Blogger Widgets

DewaCakrabuana

"... demi Bung Karno, Jembrana, dan Rock n Roll!"

Special: Malam untuk The Living End

Malam ini adalah malam minggu. 

Aku duduk di ruang tamu kos dan menghadap lurus ke arah layar televisi, yang sedang menakut-nakuti pemirsa dengan film bertema Halloween. Tentu saja, malam ini memang malam halloween :x ! 


Remote tv di tangan kanan dan hape di tangan kiri. N70 hitam music edition-ku berbunyi sesekali, tanda ada pesan masuk. Kubaca dan kubalas sambil lalu, malas karena sudah kuterka apa isinya. Inilah yang tampak di layarnya yang kusam... 

  • "wa, the living end keren sekali..." from: budi_rock, 11:24, 30/10/2010.
  • "seru ajan, sing along jak onyang... Cang yakin klo da yg ngundang mrka lg, psti mrka mw," from: budi_rock, 11:40, 30/10/2010. Ini bahasa bali, artinya "seru banget, semuanya sing along... aku yakin kalau ada yang ngundang mereka lagi, pasti mereka mau,"
  • "waktu msh pnjng wa, masih ada hr esok" from: budi_rock, 11:55, 30/10/2010, 
...
Aku tersenyum... :)
"masih ada hr esok", katanya. Kata-kata penghiburan yang optimis dari seorang teman. Sayangnya, entah mengapa aku tidak terhibur sedikitpun dibuatnya. Yang pasti malam ini, malam minggu tanggal 30 Oktober 2010 ini, aku merasa sangat senang sekaligus sedih bukan main. Happy and sadly, istilahnya bila di english-kan. Ini berkat berita menggemparkan yang menyebar sejak tiga minggu sebelumnya. Guys, for the God's sake, finally The Living End datang ke Indonesia!

whoa... The Living End? Indonesia? Are u kidding me?
Not at all, brader! I'm not kidding you.


Happy? Yah tentu saja! :D
Bagaimana bisa aku tidak hepi? Mereka baru pertama kali datang ke negeri Pancasila ini dalam rangka world tour, dan world tour pertama yang historical itu diadakan di Bali, my island, my homeland! Bayangkan saja konser pertama artis idolamu di negaramu diadakan tepat di halaman rumahmu. Tidak kah kau bahagia bila ia berkunjung kesana, dan bukan ke ibukota Jakarta yang biasanya penuh band mewah luar negeri konser, dan membuat daerah lain gigit jari?

Sadly? Of course! :(
Saat-saat moment of truth seperti ini, aku justru sedang tidak ada dirumah, dan tidak bisa ada dirumah karena urusan kuliah. Man! Bahkan saat konser A7X dan Slash di Jakarta kemarin, kujawab begini pada teman yang mengajak nonton, "...malas ah! Kalau Living End dateng, baru 'tak tonton!" Yah, kata-kata itu menjadi semacam kutukan, aku mengutuk diriku sendiri dan sayangnya jadi kenyataan. Saat konsernya benar-benar ada di halaman rumahku sendiri, aku justru tidak ada di rumah. Dan tak seperti artis lain yang pasti mengadakan gigs di ibukota, Jakarta dahulu baru ke kota lain di Indonesia, The Living End tidak! Hanya di Bali, dan aku sedang berada di Jakarta. 

Hell yeah!
:x ...
* * *
The Living End...
terlalu banyak cerita tentang kalian!
The Living End live on stage BALI

Saat pertama memegang VCD (yes, that time was VCD booming time :p ) kompilasi video klip kalian yang katanya dibuat oleh JRX sang drummer SID saat ku kelas tiga SMP dulu, aku berpikir, "ini? CDR plus, kopian rumahan yang diributkan beberapa orang dauhwaru sampai membuat geng dan stiker?" Ternyata setelah disimak, aku justru terpukau! Kalian ini band out of the box, jauh meninggalkan band-band rock seragam lainnya yang tampilannya mirip-mirip! Mengusung rockabilly berandal ala Amerika, di era naik harley dengan rambut pompadour jambul Elvis Presley, tapi tetap modern dengan bass betot orkestra. Wah! Kalian cuma bertiga, tapi musiknya tak sepi.
memang sulit dibayangkan :D
Pantas saja JRX mengidolakan kalian, dan aku langsung menjadikan kalian musisi idola, di urutan pertama!

Dan, fase pemujaan pun dimulai. 
Dari mendengarkan VCD itu sambil berangkat sekolah, makan siang, sampai sebelum tidur; membeli stiker yang berwujud "lubang biola" agar gitar merah darah ku jadi mirip gitar si Cheney; mencari melodi gitar lagu-lagunya; membawa dan sampai meracuni anak-anak SMA 4 Denpasar saat aku jadi anak kost dan sekolah disana dengan lagu-lagu Living End. Seorang teman yang suatu sore datang ke kost ku dan kebetulan mendengarkan lagu kalian berkumandang berkata, "oh, nama kelas kita RIOT dari lagu ini ya, Wo?! Pantes kamu dulu ngotot biar Riot jadi nama kelas kita"

Damn right, brader! Damn right
Nama kelas "Riot" yang kuusulkan itu memang dari lagu "West End Riot" milik kalian, Living End!

Saat berkuliah pun, saat mengikuti interview gitaris UKM Band Bakrie School of Management, kalian masih mengikutiku. Saat interviewer bertanya: "siapa gitaris idolamu?". "Chris Cheney!" jawabku mantap. Wajahnya diam sejenak, "siapa itu?" tanyanya lagi pelan. "Gitaris Living End, rock n roll rockabilly mafia dari Aussie, mas! Masa 'ndak tau? Yang nyanyi who's gonna save us itu lho", jelasku panjang-lebar.  

Dan wajahnya masih bengong saja! 
Akhirnya dia bertanya lagi, "Ada idola yang lain, nggak?". Nah, sekarang giliran ku yang bengong. Akhirnya kujawab mantap dan jujur, "hm... 'ndak ada mas!"
:o

Can you guys feel it, Living End?
Hey! I talk to you, Living End Aussie Band!
kalian mengikutiku sejak SMP, dari kota kecil Negara, ke Monang-Maning, Kuningan, hingga kini di hiruk-pikuk Bintaro!
***

Ting... ting... 

penunjuk jam di pojok kanan bawah layar laptop ini berkata bahwa sekarang sudah tepat tengah malam.

Bagaimana ya, keadaan di Bali sekarang?
Konser telah usai, penonton pun pasti sudah pulang, dan kalian sedang istirahat di hotel sekarang. Beberapa teman yang menonton bercerita padaku, pada orang yang mencoba menjual gitarnya untuk tiket pulang-pergi Bali seminggu sebelumnya demi konser impiannya ini, tentang bagaimana hebatnya kalian, Living End, malam itu, di bawah cahaya panggung Boshe VVIP Club
I know, brader, aku bisa bayangkan sendiri! you're must be awesome, 'cause you are my best dangerous band in whole world, 'cause you are THE LIVING END!!!

Welcome home, The Living End! Kalian legenda di Bali. Suicidal Sinatra adalah hasil racun kalian yang menyebar kuat di pulau dewata. Evolusi rockabilly-nya Superman Is Dead, gitar White Falcon Gretsch yang kini dipakai Bobby Kool, sampai perubahan warna musik SID, sang raja musik indie Bali itu berkat kalian, semata-mata ter-influence sosok The Living End. Thx for the great show, dan datanglah lagi kelak! 

Untuk SID, congtars brader! Akhirnya seperti yang orang bilang, SID vs TLE NIGHT! Bagaimana rasanya bertemu idola sekaligus influencer kalian? Pasti luarbiasa!

Dan untuk rakyat Bali yang berkesempatan menonton mereka beberapa jam yang lalu, selamat yang sebesar-besarnya dari hati terluka ku yang paling dalam. You are lucky son of a bitch, guys! Aku iri pada kalian, haha!
* * *

Oke, mungkin di lain waktu, Chris Cheney! 
Saat world tour kedua kalian nanti, akan kupegang jeruji besi pagar konser tepat di depan bibir panggung, sambil menyanyikan lagu kalian dari baris pertama :D.

ahh.... 
Aku teringat lagi pada isi sms sobatku di atas, si budi_rock, seorang yang kuracuni Living End saat kelas satu SMA, 5 setengah tahun lalu, dan membuatnya selalu merasa menjadi Scott Owen (..dan aku Chris Cheney-nya). Sms yang berbunyi "waktu masih panjang, masih ada hari esok"
Hell yeah!!! Itu sangat benar!
Aku percaya, dan akan ku tunggu saat itu tiba kelak ;)!




(diketik sambil mendengarkan "Moment in The Sun")

11 comments:

  1. oh ya sebagai tambahan info... sms tadi dikirim budi_rock.... kalau ada nama belakang _rock di phonebook ku berarti orang itu pernah 1 band denganku :p

    ReplyDelete
  2. good post...
    hheheheh...

    oia ntar aq post songlistnya d blog...

    ReplyDelete
  3. tulisan ini mmbuatku larut dlm suasana makan siang menunggu pemantapan sore yg ditemani lagu2 the living end.....

    manghell a.k.a budi_rock

    ReplyDelete
  4. nice posting!
    insyaaloooh..tahun depan The living end maen di PERGUNG _ NEGARA BALI!!

    ReplyDelete
  5. kalau bisa di lapagan dauhwaru aja biar ga parkir gan, hehe

    ReplyDelete
  6. mana poto sama SUPERMAN IS DEAD Nya.......

    ReplyDelete
  7. @anonim: lah... ini kan artikel tentang living end special :D

    ReplyDelete
  8. salam outsider!

    postingannya sangat mendalam. saya suka (most of SID news), sekarang saya baru tahu, problema problema SID . dari dulu saya memahkotakan SID tanpa tau sampe sedetail kakak.

    nice to read this,
    keep posting!

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar sebagai name/url, dan tulis namamu disana...

They Said...

“Jangan menjadi orang ketiga di artikelmu. Jadi pemeran utamanya. Karena orang masuk ke sini ingin merasakan menjadi dirimu, dengan membaca artikelmu..." (Maha Dwija Santya)


“Jangan bikin kepalamu jadi perpustakaan..” (Svami Vivekananda & Bung Karno)

Persetan dengan uang, traffic, populer, dkk! Blog ini hanya tempat pribadiku untuk berteriak"

“suatu saat nanti, saya akan baca blog ini lagi dan berfikir: ini yang saya pikirkan saat itu..."

Komentar Terbaru

Here're My Friends!

Ikuti Blog Ini...