May 2011 - Nasionalis Rock n Roll

Sunday, May 22, 2011

Film Cars, Soundtrack-nya, dan Jembrana!

May 22, 2011 7
Film Cars, Soundtrack-nya, dan Jembrana!
(ini adalah resensi film paling tidak biasa, dan cenderung tidak normal)


Every single musician di bumi ini ingin menyampaikan isi hatinya. Tapi isi hati yang bagaimana yang akan sampai ke hati pendengarnya?

Bung Karno -percaya atau tidak- telah memberi tips mumpuni!

Janganlah menjejalkan ide baru, tapi suarakan apa yang memang ada di hati orang-orangmu. Jadilah penyambung lidah mereka, menyampaikan apa yang mereka enggan tuk rasakan, apalagi ucapkan. Dengan begitu, kau akan hidup di hati mereka. Mereka akan bersorak-sorai saat kau berorasi, dan akan termenung diam merasakan emosi lagu yang menjeritkan isi hati mereka, saat kau bernyanyi.

Tuesday, May 17, 2011

Jembrana | Scene & Kultur Musiknya

May 17, 2011 11
Jembrana | Scene & Kultur Musiknya

Jembrana adalah gudangnya musik indie Bali (setelah KUTA tentunya)
Kesannya narsis juga ya, membangga-banggakan kabupaten sendiri, he...
Apa alasannya?!

Pertama, disinilah lahir Eka Rock, penggaruk bass Superman Is Dead. Kedua, disini lahir Negara Rocks Record. Ketiga, Negara Rocks Record ini mengandung berbagai jenis musik. Punk, emocore, metal, rock lawas, rockabilly, bahkan di audisi Negara Rocks 2 telah lolos band bergenre powerpop synth! Sungguh manis, Sementara Pee Wee Gaskins dihujat diluar sana, disini synth dihargai betul, dan aku bangga karenanya.
Yeah!!!

Saturday, May 14, 2011

Bila Mafia Modern dan Dedengkot Tradisi Bertemu...

May 14, 2011 6
Bila Mafia Modern dan Dedengkot Tradisi Bertemu...
Al Capone
Sebuah judul yang provokatif, tapi ini bukan dalam artian si modern NATO bertemu suku Badui dan berperang, atau bukan pula Al Capone bertemu dengan Laskar Bali.

Lalu siapa bertemu siapa?


Penggemar dan penggiat musik modern, bertemu dengan penjaga tradisi gamelan Bali. Dua genre yang terlalu berbeda, jauh sekali perbedaan antara Beast n The Harlot, dengan -uhm...- Mejangeran!!! Tapi kedua gank ini memiliki satu persamaan, persamaan yang mencari jalan tengah diantara segala perbedaan genre itu menjadi sebuah kekuatan, dengan berbensinkan kreatifitas karena: mereka sama-sama pewaris tradisi tanah ber-bhhinneka nusantara ini!
Anyway...
Thanks God, for Youtube...

Wednesday, May 11, 2011

Kehilangan itu haruskah dimiliki :)

May 11, 2011 5
Kehilangan itu haruskah dimiliki :)
Diawali dengan berdiri di tengah pantai, sendiri. Tapi anehnya tak terdengar suara laut atau ombak sedikitpun. Aku berdiri, tanpa senyum, juga tanpa terlihat emosi di bibir, tanpa raut wajah apapun. Kosong saja.

Yang terdengar hanya suara piano tua. Tidak berdenting nyaring bernada tinggi, hanya membuka kunci lebar… Jenggg….. bukan Tinggg… memberi nuansa kosong yang anggun dan pedih, meskipun tanpa satupun kunci minor. Tapi nuansa yang ia berikan berkata: ini bukan keceriaan… 


Suara itu mendengung di kepalaku. ngungg… ngungg… pelan-pelan suara anggun piano yang sepi itu diikuti dengan suara merdu, nyaris seperti suara malaikat…

Sunday, May 01, 2011

Ditemukan: Wasiat Bung Hatta pada Guntur

May 01, 2011 2
Ditemukan: Wasiat Bung Hatta pada Guntur
Ini adalah salinan asli dari surat wasiat yang dari Bung Hatta kepada Guntur, putra sulung Soekarno.


Soekarno dan Hatta, dua negarawan

* * *
Anakda Goentoer Sukarnoputa,
Cempaka Putih Barat I/2
Jakarta Pusat
PANCASILA 

Dekat pada akhir bulan Mei 1945 Dr. Radjiman Wedyoningrat, ketua Panitia Penyelidik Usaha – Usaha Kemerdekaan Indonesia membuka sidang Panitia itu dengan mengemukakan pertanyaan kepada rapat : “Negara Indonesia Merdeka” yang kita bangun itu, apa dasarnya? Kebanyakan anggota tidak mau menjawab pertanyaan itu karena takut pertanyaan itu akan menimbulkan persoalan filosofi yang akan berpanjang – panjang. Mereka langsung membicarakan soal Undang – Undang Dasar. Salah seorang dari para anggota Panitia Penyelidik Usaha – Usaha Kemerdekaan Indonesia itu, yang menjawab pertanyaan itu ialah Bung Karno, yang mengucapkan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945, yang berjudul Pancasila, lima sila, yang lamanya kira – kira satu jam. Pidato itu menarik perhatian anggota Panitia dan disambut dengan tepuk tangan yang riuh. (untuk membaca isi pidato yang diucapkan Bung Karno itu, klik disini) Sesudah itu sidang mengangkat suatu Panitia kecil untuk merumuskan kembali Pancasila yang diucapkan Bung Karno itu. Di antara Panitia kecil itu dipilih lagi 9 orang yang akan melaksanakan tugas itu, yaitu :

(part-3/selesai) Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Lahirnya Pancasila

May 01, 2011 0
(part-3/selesai) Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Lahirnya Pancasila
...klik disini untuk lihat bagian satu
...klik disini untuk lihat bagian dua

Kita bukan saja harus mendirikan negara Indonesia Merdeka tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.

Justru inilah prinsip-prinsip saya yang kedua. Inilah filosofiseli principle yang nomor dua; yang saya usulkan kepada Tuan-tuan, yang boleh saya namakan “internasionalisme”. Tetapi jikalau saya katakan internasionalisme, bukanlah saya bermaksud kosmopolitisme, yang tidak mau akan adanya kebangsaan, yang mengatakan tidak ada Indonesia, tidak ada Nippon, tidak ada Birma, tidak ada Inggris, tidak ada Amerika dan lain-lainnya.